Sabtu, 25 Agustus 2012

laporan karya ilmiah


LAPORAN PENELITIAN ILMIAH

“PENGARUH PUPUK TERTENTU TERHADAP

PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG”





                                   





Disusun       :
Rasyid Al Kindi (24)
Kelas     : X 6

SMA NEGERI 1 JETIS BANTUL

KATA PENGANTAR
   Dengan mengucapkan puji syukur kami tujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi rahmat dan barokahnya kepada kami,sehingga kami dapat menyelesaikan tugas biologi tepat pada waktunya.
   Kami juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Kak Ery selaku pembimbing beserta Ibu Istanti Yuli Astuti, S.Si sebagai guru dan segenap rekan-rekan kelas X6.
   Tugas biologi kami rangkai sedemikian rupadalam rangka untuk pemenuhan tugas tentang pembuatan makalah biologi,yang digunakan untuk hasil evaluasi.
   Kami penyusun sadar hal ini masih banyak kekurangan,maka kami penyusun mengharap saran dari pembimbing dan guru agar dapat menjadi masukan untuk perbaikan.Terimakasih.





                                                                     Bantul, Agustus 2011

                                                                     penyusun



DAFTAR ISI
             Kata Pengantar............................................................
               Daftar isi.....................................................................
               BAB 1.Pendahuluan
A.   Latar belakang masalah
B.    Rumusan masalah
C.    Tujuan penelitian
D.   Manfaat penelitian
               BAB II.Tinjauan Pustaka
A.Tinjauan pustaka
 B. Kajian teori
 C. Rumusan hipotesis
               BAB III.Metode Penelitian
A.   Rumusan operasional variabel
B.    Alat-alat dan bahan-bahan
C.    langkah percobaan
D.   Jadwal penelitian
               BAB IV.Hasil analisis data
               BAB VI.Kesimpulan dan saran
A.   Kesimpulan
B.    Saran
DAFTAR PUSTAKA
PENUTUP
LAMPIRAN


BAB I. PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG MASALAH
-Pengaruh pupuk terhadap tanaman jagung
-Ingin mengetahui laju pertumbuhan jagung yang dikaitkan dengan perbedaan jenis pupuk
-Pentingnya kecepatan pertumbuhan jagung dikaitkan dengan banyaknya pupuk yang diberikan

    B. RUMUSAN MASALAH
    -Pertumbuhan jagung yang diberikan pupuk berbeda ?
    -Adakah pengaruh pupuk tertentu terhadap tumbuh jagung ?

     C. TUJUAN PENELITIAN
- Untuk mengetahui pengaruh pupuk tertentu pada tumbuh jagung

      D. MANFAAT PENELITIAN
   -Sebagai sumber informasi bagi petani jagung dalam meningkatkan
     pertumbuhan tanaman jagung
   -Sebagai sumber informasi dalam perkembangan teknologi
    pertanian
   -Sebagai sumber informasi petani agar dapat menentukan pupuk
     terbaik

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
    
     A.Tinjauan pustaka
       -pupuk urea mengandung beberapa unsur yang sangat diperlukan
       yaitu nitrogen,yang dibutuhkan oleh tanaman jagung.Sementara
       pupuk kandang memiliki kadar nitrogen yang diperlukan tanaman
       jagung
      -air adalah cairan berwarna yang digunakan sebagai proses
       Fotosintesis agar tanaman mendapatkan zat-zat yang diperlukan
       Oleh tumbuhan
      B.Kajian teori
Perkecambahan
Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan radikula (calon akar) dan pertumbuhan plumula (calon batang). Faktor yang mempengaruhi perkecambahan adalah air, kelembapan, oksigen dan suhu.
Perkecambahan biji ada dua macam yaitu:
a.       Perkecambahan epigeal : Hipokotil memanjang sehingga plumula dan kotiledon ke permukaan tanah dan kotiledon melakukan fotosintesis selama daun belum terbentuk. Contoh : perkecambahan kacang hijau.
b.      Perkecambahan hypogeal : epikotil memanjang sehingga puluma keluar menembus kulit biji dan muncul diatas permukaan tanah sedangkan kotiledon tertinggal dalam tanah.
Contoh : perekecambahan kacang kapri.
Dalam biji terdapat calon individu baru atau embrio yang dilengkapi dengan cadangan makanan.  Pada tanaman dikotil misalnya kacang mempunyai dua kotiledon yang membesar. Sumbu embrio bagian bawah kotiledon disebut hipokotil. Bagian terminalnya (ujung) disebut radikula. Sumbu embrio bagian atas kotiledon disebut epikotil. Dan ujungnya disebut plumula (pucuk embrio) yaitu ujung batang bersama calon-calon (primordium) daun.
    Embrio yang tumbuh belum memiiki klorofil, sehingga embrio belum dapat membuat makanannya sendiri. Umumnya, makanan untu pertumbuhan embrio berasal dari endosperma. Akan tetapi tidak semua biji memiliki endsperma.biji tumbuhan polong-polongan,misalnya kacang tidak memiliki endosperma, melainkan cadangan makanannya dari kotiledon. Endosermanya sendiri sudah habis.biji yang demikian disebut biji eksalbuminus. Sedangkan biji yang endospermanya ada disebut biji albuminus.
Tumbuhan monokotil mempunyai satu kotiledon .misalnya pada Grminineae (Poaceae), misalnya jagung,kotiledonnya disebut skutelum. Skutelum menyerap nutrien dari endosperma dan memindahkannya ke bagian embrio selama proses perkecambahannya. Radikula (calon akar) monokotil diselubungi oleh koleoriza (sarung akar lembaga) dan ujung embrio diselubungi koleoptil (sarung pucuk lembaga).
 Pertumbuhan
     Pertumbuhan primer
Merupakan pertumbuhan yang terjadi karena adanya meristem primer. Pertumbuhan ini disebabkan oleh kegiatan titik tumbuh prmer yang terdapat pada ujung akar dan ujung batan dimulai sejak tumbuhan masih berupa embrio.
Pertumbuhan sekunder
Merupakan pertumbuhan yang terjadi karena adanya meristem sekunder. Pertumbuhan ini disebabkan oleh kegiatan cambium yang bersifat meristematik kembali.
Ciri-ciri jaringan meristemtik ini adalah mempunyai dinding yang tipis, bervakuola kecil atau tidak bervakuola, stiplasma pekat dan sel-slenya belum berspeliasasi. Ketika pertumbuhan berlangsung secara aktif, sel-sel meristem membelah dan membentuk sel-sel baru. Sel baru yang terbantuk itu pada awalnya rupanya sama tetapi setelah dewasa, sel-sel tadi berdiferensiasi menjadi jaringan lain.
Jaringann meristem ada dua jenis yaitu :
a. Jaringan meristem apix
b. Jaringan meristem lateral
Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh kegiatan meristem sekunder yang meliputi:
A. Kambium gabus
B. Kambium fasis
C. Kambium interfasis
4. Pertumbuhan terminal
  Terjadi pada ujung akar dan ujung batang tumbuhan berbiji yang aktif tumbuh. Terdapat 3 daerah (zona) pertumbuhan dan perkembangan:
a. Daerah pembelahan (daerah meristematik).
b. Daerah pemanjangan
c. Daerah diferensiasi

C. Rumusan hipotesis
Pada pertumbuhan jagung antara yang diberikan pupuk alami dan kimia dimungkinkan adanya percepatan pertumbuhan yang lebih cepat menggunakan pupuk kimia

BAB III.Metode penelitian
A.Rumusan operasional variabel
-Variabel bebas ; adalah banyaknya pupuk kimia dan pupuk alami yang digunakan pada setiap jagung
-variabel terikat ; percepatan pertumbuhan tanaman jagung yang menggunakan pupuk berbeda
-operasional variabel ; kecepatan pertumbuhan tanaman jagung dalam waktu hari dengan pengamatan 1-2 kali sehari
-variabel control ; air,kualitas biji jagung,dan tempat
B.Alat dan bahan bahan
Alat dan bahan ;1. Cutter                                  5. Pengarris,gunting
                          2.2 tanaman jagung                 6. Ruang tempat
                          3. tanah secukupnya                7. Air secukupnya
                          4. sampel pupuk tertentu
C.Lankah penelitian
1. Menyiapkan tanaman jagung dari jenis yang sama
2. Menyiapkan lubang tanah
3. Menanam tanaman jagung tersebut
4. Menyiram dengan air
5. Berikan sampel pupuk alami dan kimia kepada masing-masing tanaman
6. Menjaga tanah agar tetep baik
D. Jadwal penelitian
waktu                         penelitian
23/08/2011                 yang pertama
27/08/2011                 yang ke dua
03/09/2011                 yang ke tiga
06/09/2011                 yang ke empat



IV. HASIL ANALISA DATA
PERBEDAAN TUMBUH TANAMAN 1 DAN TANAMAN KE 2
NO
hari.
TANAMAN
PANJANG TANAMAN
1.
1
15 cm
2
17 cm
2.
1
18 cm
2
21,4 cm
3.
1
22 cm
2
23,7cm
4
1
24,3
2
25,8
-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman
Pada percobaan ini,tidak hanya derajat keasaman saja yang mempengaruhi perkecambahan dan pertumbuhan tanaman jagung. Faktor-faktor tersebut adalah faktor biotik dan faktor abiotik.
Faktor biotik adalah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman yang berasal dari dalam. Dalam percobaan ini berasal dari tanaman itu sendiri. Dalam hal ini adalah nutrisi. Makanan (nutrisi) sangat diperlukan dalam pertumbuhan perkecambahan. Jika banyak nutrisi yang diserap tanaman jagung, maka pertumbuhan akan semakin baik pula. Sedangkan faktor abiotik yang mempengaruhi pertumbuhan jagung adalah cahaya, air, kelembaban, derajat keasaman. Cahaya sangat membantu dalam proses fotosintesis ketika tanaman jagung sudah tumbuh daun.  Sekitar 80-90 % tubuh mahkluk hidup tersusun atas air. Zat ini digunakan sebagai pelarut di dalam sitoplasma, untuk menjaga tekanan osmosis sel, dan mencegah sel dari kekeringan. Air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan dan penyebaran biji, bagi hewan dan manusia air diperlukan untuk minum dan sarana hidup lain seperti transportasi bagi manusia dan tempat hidup bagi ikan. Bagi unsur abiotik lain misalnya tanah dan batuan, air digunakan sebagai pelarut dan pelapuk. Salinitas juga berpengaruh. Jika kadar garam tinggi, sel-sel akar tumbuhan akan mati dan akhirnya akan mematikan tumbuhan itu. Didaerah yang berkadar garam tinggi hanya hidup tumbuhan tertentu. Misalnya pohon bakau di pantai yang tahan terhadap lingkungan berkadar garam tinggi.















BAB VI.KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
-bahwa tanaman jagung yang menggunakan pupuk kimia lebih cepat tumbuh dibandingkan dengan pupuk alami
-bahwa pengaruh pertumbuhan bukan hanya dari pupuk
     -   Ada perbedaan respon pertumbuhan tanaman jagung
 -   pupuk berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman
     -   Ada faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman jagung, yakni faktor biotic dan faktor abiotik.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar